KIMIA MEDISINAL 5
Farmakodinamika obat berhubungan dengan bagaimana obat akan memberikan pengaruh kepada tubuh. Konsentrasi obat
menghasilkan efek obat. Farmakokinetik adalah penyebabnya dan farmakodinamik
adalah konsekuensinya.Respons obat dapat menyebabkan efek fisiologis primer atau sekunder atau kedua-duanya. Efek primer adalah efek yang diinginkan, dan efek sekunder bisa diinginkan atau tidak diinginkan
Semua effek-effek FARMAKOLOGI dari obat-obatan adalah reversible, sedangkan beberapa effek-effek TOKSIK adalah reversible dan lainnya adalah in- eversible. Mekanisme Farmakodinamik terjadi dalam 2 bagian. Efek reversibel, yang biasanya diperantarai reseptor dan dapat dijenuhkan, dan efek ireversibel, yang langsung dan sebanding dengan peningkatan konsentrasi.
Dalam jurnal yang saudara lampirkan terdapat 2 mekanisme farmakodinamika yaitu efek reversibel dan efek ireversibel. Bagaimana efek reversibel dan efek ireversibel bisa mempengaruhi kerja obat di dalam tubuh?
BalasHapusDua mekanisme berbeda dapat dibedakan dalam farmakodinamik. Efek reversibel, yang biasanya diperantarai reseptor dan dapat dijenuhkan, dan efek ireversibel, yang
Hapuslangsung dan sebanding dengan peningkatan konsentrasi. Efek reversibel diamati dengan peningkatan dan penurunan konsentrasi. Namun, efek ireversibel hanya dapat dihasilkan dengan meningkatkan konsentrasi. dimana peningkatan dan penurunan konsentrasi inilah yang nantinya akan mempengaruhi mekanisme dan aktivitas biologis obat di dalam tubuh.
Efek reversibel atau efek yang diinginkan dalam tubuh yang biasanya di perantarai oleh reseptor dan dapat dijenuhkan. Mengapa bisa efek tersebut diinginkan oleh tubuh dan bagaimanakah kerja efek tersebut sehingga dapat dijenuhkan?
BalasHapusFarmakodinamika efek reversibel dibatasi kapasitasnya dan dijelaskan oleh model efek maksimum jenuh (Emax) (1). Efeknya tidak dapat tumbuh lebih tinggi dari Emax, yang
Hapusberarti bahwa tidak lebih dari 100% respons dapat ditimbulkan karena jumlah situs pengikatan molekuler yang terbatas secara biologis. Perpanjangan model Emax menghasilkan persamaan Hill sigmoid ( Bahan Pelengkap).
Efek ireversibel bisa dikatakan juga sebagai efek toksik bagi tubuh, apa saja hal yang mempengaruhi sehingga adanya efek ireversibel di dalam tubuh?
BalasHapusBerbeda dengan efek reversibel, efek ireversibel jarang dimodelkan dalam literatur. Contoh yang dipublikasikan untuk efek ireversibel termasuk obat ibrutinib, cisplatin, clopidogrel, dan pantoprazole. Efek ireversibel dapat dihasilkan oleh satu pemberian obat tunggal. Efek ireversibel bertahan lebih lama daripada konsentrasi obat akan tetap terukur dalam tubuh (Bahan Tambahan). Sedangkan efek reversibel menargetkan reseptor atau molekul enzim, efek ireversibel menargetkan mekanisme on-off atau sel aktif (bakteri, sel kanker, sel imun).
Hapus