ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF 5

Proses purifikasi adalah metode untuk mendapatkan komponen bahan alam murni bebas dari komponen kimia lain yang tidak dibutuhkan. Penggunaan ekstrak terpurifikasi adalah alternatif untuk meminimalkan massa suatu ekstrak dalam tujuan praktis pembuatan sediaan secara farmasetis karena beberapa komponen yang terkandung dapat direduksi dengan proses tersebut. Purifikasi Ekstrak Kental Daun mangga arumanis dapat dilakukan dengan pelarut etilasetat untuk menarik zat ballast berupa klorofil dan resin. Lapisan etilasetat yang telah dipisahkan kemudian dikentalkan dengan rotary evaporator pada suhu 50°C. Fraksi etilasetat inilah yang merupakan ekstrak terpurifikasi daun mangga arumanis.





Komentar

  1. Seperti yang telah dijelaskan dalam proses purifikasi ekstrak etanol daun mangga arumanis menggunakan pelarut air panas dan pelarut etilasetat. Dimana pelarut air panas ditujukan untuk menarik senyawa aktif ekstrak kental (flavonoid) tanpa mengikutsertakan zat ballastnya. Dan zat ballast (klorofil) itu sendiri akan di tarik menggunakan pelarut etil asetat. Dimana fraksi etil asetat inilah yang merupakan ekstrak terpurifikasi daun mangga arumanis.
    Untuk mengetahui senyawa flavonoid yang terkandung maka dapat dilakukan pengujian menggunakan reaksi Shinoda dan reaksi Pew untuk menguji senyawa flavonoidnya. Lalu bagaimana cara kita mengetahui apakah hasil akhir senyawa yang kita dapatkan sudah benar-benar tidak mengandung zat ballast lagi jika dilihat dari proses purifikasi berlangsung?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam evaluasi atau uji mengenai hasil akhir dari ekstrak purifikasi sendiri bisa dilakukan dengan yang pertama adalah uji kandungan senyawa aktif yang di tarik, dalam hal ini ialah flavonoid, dimana Identifikasi kandungan kimia dilakukan untuk memberi gambaran mengenai golongan
      senyawa yang terkandung dalam dalam suatu ekstrak, uji ini juga akan memperlihatkan apakah tahapan purifikasi ekstrak justru menghilangkan senyawa aktif yang di kandung dalam ekstrak kental sebelunya. selanjutnya pengukuran hasil akhir dari ekstrak purifikasi juga dilakukan dengan uji kemurnian, dimana untuk ekstrak purifikasi harus memiliki tingkatan kemurnian (purity) suatu struktur senyawa 95-100%. Uji ini bisa dilakukan dengan melihat kadar zat ballast yang sebelumnya teridentifikasi ada dan terkandung dalam ekstrak kasar, pengujian ini bisa dilakukan dengan spektrofotometri Visible. dimana setelah uji ini akan bisa diketahui kadar zat aktif yang di dapatkan serta persen kemurnian ekstrak dari kontaminasi zat ballast.

      Hapus
    2. Untuk mengidentifikasi apakah senyawa yang telah kita purifikasi sudah bebas dari zat ballastnya maka langkah pertama yang bisa dilakukan adalah uji kandungan senyawa aktif yang kita tarik (flavonoid). Dimana uji ini akan memberikan gambaran mengenai golongan senyawa yang dikandung ekstrak. Dan juga dari uji ini juga dapat menggambarkan apakah sudah benar bahwa yang tertarik dalam ekstrak kita adalah senyawa aktif atau hanya senyawa lain. Selain itu juga bisa dilakukan uji kemurnian dari hasil senyawa yang telah kita tarik, dimana syaratnya 95-100%. Dan uji ini menggambarkan kadar zat ballast yang teridentifikasi ada dalam ekstrak kasar.

      Hapus
  2. Dari kedua jenis peralut yang digunakan yakni air panas dan etil asetat. Bagaimana mekanisme kerja kedua perlarut sehingga pelarut air panas menarik senyawa flavonoid dan atil asetat menarik zat ballast? Apakah Sifat air panas dalam proses ini tidak memberikan pengaruh pada zat ballast itu sendiri (seperti yang kita ketahui sifat panas dapat menghilangkan beberapa zat-zat penganggu , misal seperti kuman).
    Atau sebaliknya apakah pelarut etil asetat tidak memberikan pengaruh pada zat flavonoid nantinya (karena etil asetat ini bersifat semi polar yang dapat menarik senyawa polar maupun non polar)?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelarut etanol 96% akan menyari senyawa-senyawa seperti tannin, polifenol, poliacetilen, flavonol, terpenoid, steroid, alkaloid dan saponin. Ekstrak etanol daun mangga arumanis (EEDMA) dilakukan uji skrining fitokimia juga dan hasilnya positif mengandung flavonoid, tannin dan saponin. Senyawa yang tersari dalam air panas berupa karbohidrat, protein dan asam amino, fitosterol, flavonoid, saponin, terpenoid, steroid, tanin dan alkaloid. Pelarut air sendiri merupakan pelarut universal, sehingga dapat menyari senyawa dengan kepolaran nonpolar sampai polar. Namun air panas yang digunakan ini dalam proses penyarian bertujuan untuk tidak mengikutkan zat ballast yang bersifat nonpolar. . Purifikasi ekstrak dengan pelarut air panas dan etilasetat akan menghasilkan kadar flavonoid lebih tinggi dan murni dibandingkan dengan pelarut etanol 30% dan kloroform ((Puspitasari & Pramono, 2015).

      Hapus
  3. Purifikasi ekstrak dilakukan untuk menghilangkan adanya zat ballast yang tidak dapat menghasilkan efek terapi. Apakah jika hasil akhir zat yang sudah kita ekstrak tidak menghasilkan efek terapi, dapat dikatakan karena zat ballastnya masih ada? Dan jika terjadi kasus yang seperti ini apakah kita harus mengulang proses ekstrak dan purifikasi dari awal? Atau apakah kita bisa melanjutkan kembali pada proses fraksinasi lapisan etil asetat menggunakan rotary evaporator sehingga zat yang didaoatkan lebih maksimal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak adanya aktifitas biologis dari senyawa yang kita ekstrak tentunya menyimpan banyak sekali kemungkinan alasan yang mendasari hal tersebut. hal ini bisa kita lihat dari uji aktivitas ekstrak tersebut. mulai dari benarkah ada atau tidaknya zat aktif flavonoid dalam ekstrak tersebut, lalu Berapa kadar senyawa aktif yang terkandung, hingga kita bisa lihat apakah ada indikasi kontaminan berupa zat ballast di dalam ekstrak tersebut dan berapa kadarnya. setelah mengidentifikasi mana alasan yang mendasari tidak adanya aktifitas biologis dari senyawa tersbut barulah kita bisa analisis bagaimana hal yang memungkinkan dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIMIA MEDISINAL 3

ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF 15

METODE FARMAKOLOGI 7