KIMIA MEDISINAL 14

 Kodein adalah analgesik opiat yang banyak digunakan, seringkali dalam formulasi kombinasi dengan parasetamol (asetaminofen).Kombinasi dengan analgesik lain atau obat lain seperti asam asetilsalisilat, ibuprofen, carisoprodol, kafein, tarif barbitu dan antihistamin sedatif tersedia di beberapa negara. Kodein juga digunakan sebagai penekan batuk, baik sendiri atau dikombinasikan dengan obat antitusif lainnya. Kodein terutama dimetabolisme di hati, meskipun beberapa metabolisme usus dan SSP terjadi. 

Sebagian besar (50-70%) dari dosis kodein adalah glukuronidasi menjadi kodein-6-glukuronida (C6G), sedangkan 10-15% adalah N-demetilasi menjadi norkodein melalui sitokrom P450 isoenzim 3A4 (CYP3A4). Norcodeine pada gilirannya glucuronidated menjadi norcodeine-6-glucuronide (N6G), dan sebagian kecil adalah O-demethy yang terkait dengan normorfin [2,3]. Dari dosis kodein yang tertelan, 0–15% mengalami O-demetilasi menjadi morfin oleh isoenzim 2D6 sitokrom P450 polimorfik (CYP2D6), dan selanjutnya mengalami glukuronidasi menjadi metabolit tidak aktif morfin-3- glukuronida (M3G; kira-kira 60% dari morfin terbentuk) dan metabolit aktif morfin-6-glukuronida (M6G; 5–10% morfin terbentuk).

1-10% populasi Eropa (dengan frekuensi tertinggi di Eropa tidak mendukung hal ini. Selatan) memiliki duplikasi alel pada gen penyandi CYP2D6 (''pemetabolisme ultrarapid''). Orang-orang ini akan memetabolisme sebagian besar kodein yang tertelan menjadi morfin, sehingga meningkatkan kerentanan mereka terhadap efek toksik. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIMIA MEDISINAL 3

ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF 15

METODE FARMAKOLOGI 7